Terlepas dari adanya covid 19, sebenernya Bank selalu ingin menjadi seperti perusahaan fintech, terutama dalam hal kecepatan yang saat ini menjadi daya tarik pasar. Banyak bankir ingin bergabung dengan Fintech untuk belajar digital. Namun, sebagian besar bank masih terjerat pada pikiran konvensional yang menjadikan mereka enggan berubah untuk menjadikan bisnisnya menjadi bank berbasis digital atau menjadikan perusahaan fintech.

Covid 19 dan keadaan yang memaksa bank harus berubah. Semua orang dan salahsatunya adalah industri perbankan tentunya tidak pernah berharap covid 19 ada. Namun semuanya telah terjadi, bukan hanya merubah perekonomian, covid 19 juga merubah gaya hidup dalam bidang perbankan. Banyak nasabah yang takut ke bank, dan karyawan bank sendiri juga takut melayani nasabah. Nasabah yang awalnya datang ke bank, saat ini tentunya akan beralih menggunakan transaksi digital sebagaimana yang disediakan oleh perusahaan fintech.

Mengatasi hal tersebut, jika bank dan lembaga keuangan tidak ingin mati, maka saat inilah saatnya mereka harus merevolusi bisnisnya menjadi perusahaan fintech. Untuk itu, bank dan lembaga keuangan harus mulai menentukan strategi dan pemisahan transaksi serta  memiliki gagasan yang jelas terkait aliran transaksi dalam rangka bertransformasi menjadi bank berbasis fintech.

Transformasi menjadi fintech ini merupakan sebuah keharusan. Bank dan lembaga keuangan akan berbondong — bondong menjadi fintech jika tetap ingin hidup. Dalam 18 bulan ke depan, perbedaan antara Banks dan Fintech akan sangat sedikit … Waktu untuk bertindak SEKARANG karena Digital bukan lagi alternatif … Ini adalah satu-satunya Opsi untuk hidup, bagi bank dan lembaga keuangan.

Bagi BPR, KSP yang ingin merubah perusahaannya menjadi fintech, kami menawarkan partnership pembukaan Bursa Dana di provinsi Anda dengan biaya kemitraan mulai dari Rp. 1.000.000.000,-

Fasilitas :

  1. Aplikasi pinjaman online
  2. Aplikasi peer to peer lending
  3. Aplikasi equity crowdfunding
  4. Izin OJK dan keanggotaan asosiasi
  5. Integrasi dengan credit scorring, APERD, dan perusahaan jasa pembayaran
  6. Kerjasama dengan perusahaan asuransi
  7. Memiliki kepemilikan saham di Bursa Dana

RESIKO

Bursa Dana saat ini sedang dalam proses pengajuan izin ke Otoritas Jasa Keuangan. Investasi pembukaan kantor cabang Bursa Dana saat ini memiliki resiko gagal apabila izin dari OJK tidak turun atau ada perubahan regulasi yang ada.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi partnership@bursadana.co.id