Meski perusahaan tercatat di papan pengembangan bukan berarti perusahaan itu memiliki kinerja yang kurang baik. Lihat saja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebelumnya mencatatkan saham di papan pengembangan sekarang berada di papan utama.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui  perusahaan terbuka yang tercatat di papan utama tentu berbeda dengan emiten yang berada di papan pengembangan. Hal ini bisa terlihat dari ukuran perusahaan, termasuk kinerja keuangan perseroan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, emiten yang tercantum dalam papan utama bursa adalah perusahaan tercatat yang sudah beroperasi selama tiga tahun.

“Emiten itu sudah¬†establish, dan mengecap keuntungan. Jadi kalau di taruh di papan utama, investor akan melihat. Tapi kalau di papan pengembangan, bukan berarti emiten itu jelek (kinerja) tapi masih tahap awal. Jumlah saham dan likuiditas beda,” ungkap dia di Jakarta, Senin (27/1/2014).

Selain itu, papan utama adalah papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang memiliki aktiva berwujud bersih sekurang-kurangnya Rp 100 miliar. Sementara itu, papan pengembangan sekurang-kurangnya Rp 5 miliar.

Peraturan soal pemindahan emiten dari papan pengembangan ke papan utama, tambah dia, bisa dilakukan asalkan memenuhi syarat terkait pertumbuhan ukuran perusahaan.

“Nanti kami yang berhak menetapkan emiten itu layak pindah atau tidak. Tapi intinya minta ke kami kalau mau pindah, karena banyak juga emiten yang tidak mau pindah. Maunya di bawah saja (papan pengembangan),” tutur Hoesen.

Perpindahan ini, kata Hoesen, akan ditetapkan pada Mei setelah laporan keuangan audit masuk ke data BEI. Aturan tersebut mengalami perubahan karena sebelumnya perpindahan dapat dilakukan dua kali dalam setahun pada April dan Oktober.

Pengaturan papan utama dan papan pengembangan juga masuk dalam perubahan aturan Nomor : Kep-00001/BEI/01-2014 mengenai Perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

“Kami ingatkan lewat aturan ini bagi emiten yang bertahun-tahun cuma punya pemegang saham kurang dari 300 pihak, bertahun-tahun jumlah saham di bawah 50 juta lembar atau di bawah 7,5%,” tegas Hoesen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *